Advertisement

Sponsored

Sepetang Di Temani Hujan, Kopi Dan Buku

Sepetang Di Temani Hujan, Kopi Dan Buku. Musim hujan yang turun tika ini tidak dapat mendamaikan seisi alam yang murung, kesan kotoran dari bumi di seberang sana. Apakah itu salah kita jua? Kerana kita pun sama-sama lupa, hujan yang turun tak selamanya suci! Dengarkan, bacalah sebuah luahan seorang pencari ini, yang masih tercari-cari. Seorang penyunting kata-kata yang separuh belahan jiwanya, ada cinta yang tertinggal. Cinta untuk menulis. Dalam hati ada hujan, ada rasa kopi dan buku di jiwa.

Sepetang Di Temani Hujan, Kopi Dan Buku 
Sepetang Di Temani Hujan, Kopi Dan Buku

Hujan


Hai.. selamat datang hujan. Hujan dan wanita adalah seirama. Iya ke? Air mata dengan hujan pula bagaimana? Ohh! Itu ibarat isi dan kuku...kata lelaki itu yang bersapa di Kafe Taman Rahsia (?). Banyak kisah berlaku dan ada cerita yang terimbas bila turunnya hujan. Satu waktu dahulu, pada ketika darah muda remaja. Ada airmata yang turun bila hujan berderai di bumi indah ini. Cerita itu perit, tak usah dikenang-kenang. Betul kan?

“Aku tidak ingin seperti hujan, yang kamu cinta tetapi selalu membiarkanmu sakit, aku memilih untuk tidak kamu cintai, aku memilih untuk tidak menjadi hujan.” ― Muhammad Akhyar, Cinta di Ujung Jari

Mengintai hujan turun dari balik kamar, sejuknya hingga ke relung hati. Buat jiwa yang resah, rasakanlah rintik-rintik hujan itu. Rasakan ketenangannya... dan ALLAH maha mendengar doa-doa di kala hujan menyimbah bumi.

“Engkaulah arakan awan-awan yang menjatuhkan hujan kesejukan, akulah yang senantiasa menyimpan rintiknya, mengalirkannya kedalam anak-anak sungai jiwa yang tenang” ― firman nofeki

Kopi


Mulanya saya tidak minum kopi. Sebab apakah? Warnanya hitam? Atau lecehnya untuk mengadun kopi. Entahlah. Namun seorang teman memaksa saya menjadi bijak. Kopi untuk otak. Lagi katanya kopi untuk stabilkan emosi. Hmm...emosi saya berkecamuk kah? Teman itu hanya tersenyum. Kerana terkena panahan autanya, saya terjebak dengan kopi. Itu cerita ketika musim MBA melayari masa. Masa yang penuh dengan emosi dan kopi! Benarkah kopi buat kita bijak? Dan, saya pun tamat MBA dengan 'grade' yang awesome...kerana kopikah?

Buku


Saya cinta buku. Sungguh! Dengan buku saya boleh pergi ke mana-mana, menjelajah dunia yang tak kenal rupa. Buku mengajar saya untuk pandai menulis seperti ini. Buku adalah teman tidur yang tak bernyawa tetapi memberikan noktah dalam banyak pertanyaan!

“Buku yang kubaca
selalu memberi sayap-sayap baru.
Membawaku terbang ke taman-taman pengetahuan paling menawan,
melintasi waktu dan peristiwa,
berbagi cerita cinta, menyapa semua tokoh yang ingin kujumpai, sambil bermain di lengkung pelangi.”
― Abdurahman Faiz, Aku Ini Puisi Cinta

Sepetang Di Temani Hujan, Kopi Dan Buku


Ada BUMI CINTA di tangan. Genggam erat dengan kukuhnya pengajaran di halaman demi halaman novel cakra cinta sang pawana Habiburrahman El Shirazy. Kafe Taman Rahsia (?) ini menyunting rasa hiba. Yang datang secara tiba-tiba. Bukannya ada hati yang diusik. Kalau ada pun, hati yang terusik, mungkin? Ha! Pernahkah anda rasa apa yang saya rasa? Saat dan ketika ini.

Tusukan aroma kopi moccha menerawang setiap ruang. Mampukah langkah kaki kukuh melawan arus sosial yang tak terbendung. Kerisauan bermaharaja lela. Ada pada setiap mata yang bersapa sapa. Dia faham. Mereka faham. Maksud renungan yang dilepaskan dengan keluhan.

Sepetang Di Temani Hujan, Kopi Dan Buku

Percikan air hujan membasahi pipi nan mulus. Argh! Ngelamun ini sudah panjang. Buku tebal sarat nasihat dan coretan cinta yang membangun jiwa, saya usap dengan perlahan. 
Info menarik Juga >>>
Begitulah pedih ngilu luluh hati, terkenang... mengenang... dosa-dosa silam. Saya tadahkan tangan pada hujan yang semakin lebat. Sengaja membiarkan rembesan hujan itu melimpahi ruang telapak tangan. Anggapkan saja inilah permohonan DOA yang tak terlafaz, pada Tuhan yang penyayang. Hapuskan dosa-dosaku bersama rintik-rintik hujan itu, ya TUHAN.

Moga TUHAN ampunkan, basuh dosa derita silam bersama titisan hujan yang ikut mengintai secawan kopi moccha itu.

Dan dari cerita tentang kopi, buku dan hujan tadi, saya bertemu DIA dan sidia!

Cik Bayan - Antara Doa & Harapan - Segala sesuatu dalam hidup ini akan pergi dan tidak pernah lagi kembali kecuali DOA. Ia pergi dengan HARAPAN dan Ia kembali dengan REDHA dan KURNIA.

Post a Comment

0 Comments

AD SPACE

About Us


Cerita Pembangun Jiwa - (sejak 2023) - Perkongsian tentang motivasi hidup yang membangun jiwa. Email:aynora.nur@gmail.com

DMCA.com Protection Status